Kamis, 28 Januari 2016

contoh BAB 4 KTI sosial

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pengertian Strategi Sehat “ARTERI”
“ARTERI” merupakan kepanjangan dari Anti Rokok, TEratur berolahraga, Rajin mengonsumsi makanan rendah lemak, dan Imbangi dengan doa. Strategi ini penting karena seringkali masyarakat mengabaikan pola hidup sehat yang sederhana dan cenderung mengikuti trend pola hidup instan, sehingga menyebabkan masyarakat mudah terserang penyakit seperti penyakit jantung koroner. Pencegahan penyakit sejak usia dini perlu dilakukan sebelum terjadi perubahan yang irreversibel pada dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.
Rokok adalah salah satu hasil olahan tembakau dengan menggunakan bahan ataupun tanpa bahan tambahan.1 Merokok sekarang dianggap sebagai sesuatu yang trend sehingga perilaku merokok belakangan ini banyak digandrungi oleh anak-anak muda sampai orang dewasa. Namun, sebenarnya merokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, kebiasaan merokok perlu dicegah melalui strategi “Anti Rokok” dimana para masyarakat dibina untuk menjauhi rokok serta diberikan edukasi kesehatan melalui poster dan brosur serta iklan larangan merokok. Untuk masyarakat yang sudah terlanjur merokok diperlukan pendekatan populasi atau kesehatan masyarakat yaitu dengan menghilangkan kebiasaan merokok melalui farmako terapi. Hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan nikotin bukan melalui rokok yang disebut dengan nicotine replacement therapy.2 Terapi ini dapat dilakukan dengan mengganti rokok dengan menggunakan permen karet nikotin. Permen karet nikotin mengandung nikotin yang terikat pada kompleks resin. Nikotin permen karet tersedia dalam dua dosis yaitu 2 mg dan 4 mg. Bagi orang yang merokok lebih dari 20 batang per hari dapat menggunakan sediaan 4 mg dan bagi orang yang merokok kurang dari 20 batang per hari dapat menggunakan sediaan 2 mg. Pengguna sediaan ini diinstruksikan untuk menggunakan permen karet tiap 1-2 jam pada 6 minggu pertama, lalu dikurangi tiap 2-4 jam selama 3 minggu, dan tiap 4-8 jam selama 3 minggu.2
Seiring perkembangan teknologi dan transportasi, masyarakat cenderung mengabaikan olahraga. Padahal olahraga merupakan salah satu upaya yang penting dilakukan untuk memperlancar metabolisme tubuh. Kurang berolahraga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit  jantung koroner. Olahraga tidak hanya bermanfaat bagi orang sehat, tapi juga terbukti baik bagi yang telah menderita penyakit jantung dan telah mengalami perawatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi sehat “TEratur berolahraga”. Perlu diingat bahwa penderita jantung pasca perawatan atau serangan jantung tidak boleh berlatih sembarangan tanpa pengawasan ahli yang menentukan program yang sesuai untuk dirinya. Melalui olahraga yang teratur yang bersifat aerobic (jalan, lari, berenang, naik sepeda) dapat meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru. Hal ini memungkinkan seseorang tidak merasa lelah dan akan melebarkan pembuluh darah jantung (arteri koronaria) sehingga aliran darah lebih lancar, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menurunkan tekanan darah, yang merupakan faktor-faktor utama PJK.3 Di bawah ini ada contoh bentuk latihan program jalan kaki yang dimodifikasi oleh dr. Knneth Cooper yang telah dipakai oleh Klub Jantung Sehat sejak 1978. Setidaknya mereka yang melakukannya dapat mempertahankan tingkat kebugaran jasmani, berikut langkah-langkahnya adalah (1) Jalan kaki, 6,4 km dalam waktu 55 – 60 menit, 4 kali seminggu, (2) Jogging, 4,8 km dalam waktu 28 – 30 menit, 2-3 kali seminggu, (3) Lari 2,4 km dalam waktu 12 -15 menit, 2 x seminggu.3
Masyarakat modern cenderung mengonsumsi makanan cepat saji yang memiliki kandungan lemak tinggi. Hal tersebut dapat merubah status gizi masyarakat dan membawa konsekuensi terhadap obesitas dan penyakit degeneratif seperti diabetes dan jantung koroner.Dalam upaya strategi sehat “Rutin mengonsumsi makanan rendah lemak” peranan pola makan sehat berimbang dan rendah lemak sangat penting. Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal umumnya berasal dari makanan nabati, kecuali minyak kelapa. Makanan sumber asam lemak jenuh umumnya berasal dari hewan. Mengkonsumsi lemak hewani secara berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Namun dianjurkan untuk mengonsumsi ikan karena dapat mengurangi risiko menderita penyakit jantung koroner, hal ini disebabkan lemak ikan mengandung asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 berperan mencegah terjadinya penyumbatan lemak pada dinding pembuluh darah.4 Selain itu kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji harus dihindari. Sangat disarankan untuk mengosumsi makanan seperti karbohidrat, protein, buah-buahan dan sayur-sayuran. Selain itu jadwal makan perlu diatur seperti waktu makan 5-6 kali per hari dengan 3 kali makanan utama dan 2-3 snack. Pengaturan waktu sangat penting untuk menjaga asupan yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi seperti mengonsumsi makan pagi pada pukul 6.30, kemudian snack atau buah pada pukul 9.30, makan siang pada pukul 12.30, dilanjutkan dengan snack atau buah pada pukul 15.30 atau 16.00, makan malam pada 18.30 atau 20.00 dan snack pada pukul 21.15 atau 21.30.5 Untuk anak-anak berusia  2 tahun tidak dianjurkan mengurangi lemak dan kolestrol dalam makanan oleh karena berlangsung proses tumbuh kembang yang cepat.2,19,20,21 Untuk anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun dianjurkan untuk mengikuti pola makan seperti berikut: (1) Gizi yang adekuat harus dicapai dengan memakan makanan yang bervariasi. (2) Kalori yang adekuat harus tersedia untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal. (3) Masukan lemak total tidak melebihi 30% dari total kalori makanan. (4) Asam lemak jenuh kurang dari 10% terhadap total kalori makanan (5) Masukan kolesterol harus kurang dari 300 mg, per hari.6
Stress merupakan salah satu faktor yang dapat memicu penyakit jantung koroner karena stress dapat memperkuat aliran darah ke jantung, meningkatkan adrenalin sehingga tubuh akan merespon dengan menurunkan kadar HDL sehingga lemak darah menjadi tinggi.7 Stress sebenarnya berakar dari perasaan tertekan akibat beban hidup dan permasalahan berat yang tidak kunjung menemukan jalan keluar. Jadi, sangat penting untuk mencegah agar stress tidak terjadi melalui strategi sehat “Imbangi dengan doa”. Cara untuk mencegah dan mengurangi stress dapat dilakukan dengan melakukan yoga. Yoga merupakan sistem kebudayaan holistik yang berasal dari Ayurveda yang sudah terbentuk pada zaman India kuno sejak 3.000 SM lalu.8 Sistem yoga merupakan kombinasi antara gerakan, cara bernapas serta meditasi untuk menenangkan pikiran. Persiapan awal untuk beryoga adalah dengan mengenakan pakaian yang longgar (tidak menghalangi napas dan gerak), tidak mengenakan alas kaki, menyiapkan matras atau karpet, tidak menggunakan perhiasan dan lensa kontak, kosongkan perut (kira-kira tunggu 3 jam sesudah makan), dan bersihkan diri atau mandi agar tubuh bersih dan segar. Kemudian yoga diawali dengan Asana (posisi/sikap yoga seperti duduk bersila atau berbaring). Kemudian lakukanlah Pranayama (olah napas) dimulai dari menghirup udara perlahan, tahan sejenak dan rasakan udara mengalir didalam tubuh, lalu keluarkan perlahan lewat hidung. Lakukan secara lembut dan perlahan. Jangan memaksa tubuh merentang terlalu jauh apabila anda baru mulai berlatih. Usahakan untuk selalu berkonsentrasi pada anggota tubuh dan menyelaraskan gerak, napas serta pikiran.8
Daftar pustaka
1.     Triana, Nanin, dkk. Gambaran Hisologis Pulmo Mencit Jantan Setelah Dipapari Asap Rokok Elektrik. 2011
2.      Gayatri, Anggi, dkk. Nicotine Replacement Therapy. 2012
3.      Farida M. Penderita Jantung Menjadi Bugar Melalui Olahraga. 2008
4.      Hera Nurlita. Pola Makan Bergizi Seimbang untuk  Penyakit Jantung. Diakses melalui http://indonesia.digitaljournals.org/ index.php/idnmed/article/download/842/841
Pada tanggal 23 Desember 2015.
5.      Fiastuti W. Peran Diet untuk Mencegah Penyakit Jantung Koroner. diakses melalui http://www.gizikia.depkes.go.id/artikel/pola-makan-bergizi-seimbang-untuk-penyakit-jantung/?print=pdf pada tanggal 24 Desember 2015
6.      Abdullah A.S. dan Elya Nova L. Penyakit Jantung Koroner Pada Anak dan Pencegahannya. 2009.
7.      dr Sintoso Pujianto. Sehat Itu Enak dan Perlu. Kompas Gramedia. 2011
8.      Pujiastuti Sindhu. Panduan Lengkap Yoga untuk Hidup Sehat dan Seimbang. 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar